Aktuator listrik langkah lurus seri 2SB3
kata kunci: Elemen pertukaran panas
Kategori:
Deskripsi produk
Aktuator listrik langkah lurus seri 2SB3
1. Pendahuluan
1.1. Tujuan
Aktuator listrik langkah lurus seri 2SB3 terdiri dari komponen 2SA3 dan komponen langkah lurus. Aktuator ini menghasilkan gerakan linier dan cocok untuk katup gerbang, katup globe, serta katup diafragma.
1.2. Makna model
Posisi Kode 5 67 8 9 10 11 12 13 14 15 16
2SB3 ** ## - $$ @@ && ** ※※ - §§ ¢¢ ☆☆ □□ +Z kode pemilihan khusus tambahan
Kode 2SB3 --- Aktuator listrik langkah lurus seri 2SB3
**----------Seri mesin eksekutif (Posisi kode 5)
##------------Nomor bingkai dan penilaian torsi (Posisi kode 6,7)
$$--- bentuk koneksi keluaran (Posisi kode 8)
@@------------------Kecepatan poros keluaran (Posisi kode 9)
&&---------------------Motor (Kode posisi 10)
**-------------Proteksi termal motor (Posisi kode 11)
※※---------Selubung pelindung batang katup (Posisi kode 12)
§§---------Unit kontrol daya (Posisi kode 13)
¢¢------Komponen sinyal (Posisi kode 14)
☆☆-------Sakelar dan kontak sinyal (Posisi kode 15)
□□---------Mode pengkabelan (Posisi kode 16)
1.2.1. Pemilihan seri aktuator (kode posisi 5)
0: Seri S, yaitu aktuator listrik seri 2SB30.
5: Seri R, yaitu aktuator listrik seri 2SB35.
1.2.2. Lihat tabel 60-1 hingga tabel 60-4 untuk nomor rangka dan klasifikasi dorong (posisi kode ke-6 dan ke-7).
1.2.3. Bentuk sambungan keluaran (kode posisi 8)
1: Tanpa kurung, sesuai dengan GB12222
2: Tanpa braket, bentuk sambungan khusus lainnya yang tidak standar.
3: Ada sebuah kurung.
1.3. Fitur struktural
2SB3 terbentuk dari kombinasi 2SA3 dan komponen gerakan lurus, yang mampu mengubah gerakan rotasi ganda pada output 2SA3 menjadi gerakan linier naik-turun.
2. Parameter teknis utama dan penampilan produk
2.1. Parameter teknis utama (lihat tabel 60-1 hingga tabel 60-4)
Tabel 60-1 parameter teknis Seri S (yaitu Seri 2SB30) (Seri I)
| Posisi kode 6, 7 | Kendalikan dorongan ( KN ) | Kecepatan output ( mm/min ) | Stroke ( mm ) | Dimensi koneksi |
| 11 | 4 ~ 6 | 25 (A) 35 (B) 50 (C) 70 (D) 100 (E) |
50 (A) 100 (B) 200 (C) 400 (D) |
F07, F10 |
| 12 | 8 ~ 12 | |||
| 21 | 15 ~ 20 | 30 (A) 42 (B) 60 (C) 84 (D) 120 (E) |
63 (A) 125 (B) 250 (C) 400 (D) |
|
| 22 | 25 ~ 40 | F14 | ||
| 31 | 50 ~ 63 | 35 (A) 49 (B) 70 (C) 98 (D) 140 (E) |
80 (A) 160 (B) 320 (C) 400 (D) |
F14 |
| 41 | 150 ~ 220 | 40 (A) 56 (B) 80 (C) 112 (D) 160 (E) |
100 (A) 200 (B) 400 ( C) |
F16 |
Catatan: gaya dorong keluaran dari aktuator listrik seri 2SB30 umumnya diimplementasikan pada seri gaya dorong keluaran pertama, dan dapat diimplementasikan sesuai dengan tabel 60-2 apabila terdapat persyaratan khusus; namun, kode pilihan – Y01 harus ditambahkan pada model.
Tabel 60-2 parameter teknis Seri S (yaitu Seri 2SB30) (Seri II)
| Posisi kode 6, 7 | Kendalikan dorongan ( KN ) | Kecepatan output ( mm/min ) | Stroke ( mm ) | Dimensi koneksi |
| 12 | 10 ~ 28 | 25 (A) 35 (B) 50 (C) 70 (D) 100 (E) |
50 (A) 100 (B) 200 (C) 400 (D) |
F10 |
| 22 | 25 ~ 80 | 30 (A) 42 (B) 60 (C) 84 (D) 120 (E) |
63 (A) 125 (B) 250 (C) 400 (D) |
F14 |
Tabel 60-3 parameter teknis seri R (yaitu Seri 2SB35) (Seri I)
| Posisi kode 6, 7 | Kendalikan dorongan ( KN ) | Kecepatan output ( mm/min ) | Stroke ( mm ) | Dimensi koneksi |
| 11 | 6 ~ 8 | 25 (A) 35 (B) 50 (C) 70 (D) 100 (E) |
50 (A) 100 (B) 200 (C) 400 (D) |
F07, F10 |
| 12 | 12 ~ 15 | |||
| 21 | 20 ~ 25 | 30 (A) 42 (B) 60 (C) 84 (D) 120 (E) |
63 (A) 125 (B) 250 (C) 400 (D) |
F10 |
| 22 | 40 ~ 50 | |||
| 31 | 63 ~ 100 | 35 (A) 49 (B) 70 (C) 98 (D) 140 (E) |
80 (A) 160 (B) 320 (C) 400 (D) |
F14 |
| 32 | 100 ~ 150 | 40 (A) 56 (B) 80 (C) 112 (D) 160 (E) |
100 (A) 200 (B) 400 ( C) |
F16 |
Catatan: gaya dorong keluaran dari aktuator listrik seri 2SB35 umumnya diimplementasikan pada seri gaya dorong keluaran pertama, dan dapat diimplementasikan sesuai dengan tabel 60-4 apabila persyaratan khusus terpenuhi, namun kode pilihan – Y01 harus ditambahkan pada model.
Tabel 60-4 parameter teknis seri R (yaitu Seri 2SB35) (Seri II)
| Posisi kode 6, 7 | Kendalikan dorongan ( KN ) | Kecepatan output ( mm/min ) | Stroke ( mm ) | Dimensi koneksi |
| 11 | 4 ~ 6 | 25 (A) 35 (B) 50 (C) 70 (D) 100 (E) |
50 (A) 100 (B) 200 (C) 400 (D) |
F07, F10 |
| 12 | 8 ~ 12 | |||
| 21 | 15 ~ 20 | 30 (A) 42 (B) 60 (C) 84 (D) 120 (E) |
63 (A) 125 (B) 250 (C) 400 (D) |
|
| 22 | 25 ~ 40 | F10 | ||
| 31 | 50 ~ 63 | 35 (A) 49 (B) 70 (C) 98 (D) 140 (E) |
80 (A) 160 (B) 320 (C) 400 (D) |
F14 |
| 41 | 150 ~ 220 | 40 (A) 56 (B) 80 (C) 112 (D) 160 (E) |
100 (A) 200 (B) 400 ( C) |
F16 |
2.2. Penampilan produk
Garis besar dan dimensi struktural dari aktuator listrik langkah lurus seri 2SB3 ditunjukkan pada Gambar 60-1 hingga Gambar 60-4 serta Tabel 60-5 hingga Tabel 60-8.


Tabel 60-5 dimensi garis besar aktuator listrik langkah lurus seri 2SB3 dalam mm
| Model | 2SB3011、2SB3511 | 2SB3012、2SB3512 | ||||||
| Stroke | 50 | 100 | 200 | 400 | 50 | 100 | 200 | 400 |
| H 1 | 307 | 357 | 457 | 657 | 287 | 337 | 437 | 637 |
Tabel 60-6 dimensi aktuator listrik langkah lurus seri 2SB3.2 dalam mm
| Model | 2SB3021、2SB3521 | 2SB3022、2SB3522 | ||||||
| Stroke | 63 | 125 | 250 | 400 | 80 | 160 | 320 | 400 |
| H 1 | 309 | 371 | 496 | 646 | 416 | 496 | 656 | 736 |
Tabel 60-7 dimensi aktuator listrik langkah lurus seri 2SB3.3 dalam mm
| Model | 2SB3031、2SB3531 | 2SB3032、2SB3532 | |||||
| Stroke | 80 | 160 | 320 | 400 | 100 | 200 | 400 |
| H 1 | 800 | 880 | 1040 | 1120 | 496 | 596 | 796 |
Tabel 60-8 dimensi aktuator listrik langkah lurus seri 2SB3 dalam mm
| Model | d 1 | d 2 | d 3 | n-d4 | d 8 | H 2 | H 3 | H 4 |
| 2SB3011, 2SB3511 | 90 | 55 | 70 | 4-M8 | M16×1,5 | 3 | 49 | 25 |
| 2SB3012, 2SB3512 | 125 | 70 | 102 | 4-M10 | M16×1,5 | 3 | 49 | 25 |
| 2SB3021, 2SB3521 | 125 | 70 | 102 | 4-M10 | M20×1,5 | 3 | 54 | 30 |
| 2SB3022, 2SB3522 | 175 | 100 | 140 | 4-M16 | M36×3 | 4 | 74 | 55 |
| 2SB3031, 2SB3531 | 175 | 100 | 140 | 4-M16 | M36×3 | 4 | 74 | 55 |
| 2SB3032, 2SB3532 | 210 | 130 | 165 | 4-M20 | M42×3 | 5 | 90 | 65 |
Produk terkait
Pesan Online