PUSAT PRODUK
Namibia Penarik Kereta Berat DZ
Kategori:
Deskripsi Produk
Penarik kereta berat bertenaga roda gigi
Model: ZD3000
Milik: Kereta Gondola Rotor C2 (Model: FZ15)
1. penggunaan
Lokomotif penarik kereta berat bertenaga roda gigi ini cocok digunakan di pembangkit listrik, pabrik pengolahan batu bara, perusahaan besi dan baja, dermaga, serta pabrik dan tambang lainnya sebagai peralatan pendukung untuk operasi pembongkaran dengan menggunakan dumper. Lokomotif ini mampu menarik seluruh rangkaian kereta yang mengangkut batu bara, bijih, pasir, bubuk bijih, serta barang-barang massal atau berbentuk butiran lainnya hingga ke posisi tertentu. Selain itu, lokomotif ini juga dapat beroperasi secara mandiri sebagai alat manuver, sehingga dapat digunakan dalam berbagai situasi di mana kendaraan perlu dipindahkan dan diposisikan dengan akurat.
2. Kinerja teknis
2.1. Traksi:
Gaya traksi terukur pada kait belakang sebesar 300 kN
2.2. Kecepatan berjalan: 0,63 m/s
2.3. Model motor penggerak utama YZPE315S-8
Daya: 63 kW
Kecepatan: 750 r/menit
Jumlah motor: 4
2.4. Model reduktor: David Brown
Jumlah: 4 set
Rasio kecepatan: 18
Kecepatan input maksimum: 750 r/menit
Torsi keluaran yang diizinkan: 37000 Nm
Torsi keluaran maksimum: 42000 Nm
2.5. Gigi penggerak utama
Modul: M = 22
Sudut tekanan: α = 20
Jumlah gigi: z = 15
Koefisien perpindahan X = + 0,5
2.6. Tekanan kerja maksimum sistem hidrolik: 16 MPa ~ 20 MPa
Daya sistem hidrolik: 15 kW
2.7. Berat total peralatan: sekitar 95 ton
3. Ikhtisar struktur
3.1. Badan utama: terdiri atas struktur baja berukuran besar yang memiliki kekakuan yang cukup, serta menyediakan ruang yang memadai untuk pemasangan selubung bagian transmisi, selubung bagian pergerakan, lengan boom, sistem hidrolik, dan komponen lainnya.
3.2. Roda penggerak: lokomotif penarik dilengkapi dengan total empat buah roda penggerak. Roda-roda tersebut tidak dilengkapi pelek, dan permukaan luar roda dikeraskan melalui proses pemanasan berlebih. Roda tersebut ditopang pada poros spindle oleh bantalan; tiga buah roda dihubungkan ke badan kendaraan dengan baut baja dan dilas menyatu dengan badan kendaraan. Sementara itu, roda yang satu lagi dilengkapi sambungan elastis berupa pegas pada bodi, yang memiliki tiga fungsi: pertama, menjaga agar badan kendaraan tetap sejajar melalui penyetelan, sehingga gigi pinion transmisi dapat bersinggungan secara lurus dengan rel penggerak di tanah; kedua, mengurangi getaran; dan ketiga, memastikan bahwa keempat roda dapat menopang seluruh beban dari badan lokomotif penarik.
3.3. Roda pandu: karena shunter disusun sejajar dengan kendaraan, ketika shunter menarik kendaraan, diperlukan torsi yang besar sehingga shunter cenderung berputar. Oleh karena itu, apabila bodi kendaraan dilengkapi dengan roda pandu, roda pandu tersebut dapat mengandalkan gaya reaksi dari blok pandu untuk memastikan bahwa shunter tidak menyimpang atau terlepas selama operasi. Fungsi lainnya adalah untuk mengatasi torsi yang timbul ketika traktor ditarik melalui rel pandu. Terdapat total empat buah roda pandu, yang semuanya dipasang secara vertikal pada bodi kendaraan. Karena deviasi antara pusat lubang pemasangan dan sumbu roda pandu adalah 20 mm, maka dengan memutar rangka roda pandu posisi sumbu roda pandu dapat diubah, dengan amplitudo ± 20 mm. Dengan menyesuaikan posisi sumbu roda pandu melalui empat mata gantung pada roda pandu, keempat roda pandu dapat bersentuhan dengan blok pandu, sehingga terjaminlah operasi shunter yang aman. Selama pemeliharaan, roda pandu hanya dapat diangkat dengan melepaskan besi penekan.
3.4. Boom pemindahan: boom tersebut merupakan bagian struktural yang dilas dari pelat baja biasa, dan kekuatan lelahnya diperhitungkan sebesar 2 × 10⁵ kali tegangan. Boom pemindahan ini digerakkan oleh dua silinder hidrolik untuk berputar pada sumbu tertentu, dan pada bagian tersebut dipasang kopling kereta penarik serta perangkat pemisah kopling hidrolik. Selain itu, juga dipasang kait dorong yang digunakan untuk memasukkan satu kereta kosong ke dalam platform penggerak. Kait dorong tersebut dilengkapi dengan perangkat peredam dan perangkat pelepasan kait otomatis.
3.5. Gaya traksi pada perangkat transmisi perjalanan dan shunter diperoleh melalui pemenggiran empat kelompok roda gigi pada rel yang terpasang di permukaan tanah, dan setiap unit penggerak digerakkan oleh sebuah motor penggerak. Komponen-komponen tersebut meliputi kopling pengaman berbatas torsi gesek, rem hidrolik, reduktor roda gigi planet vertikal, poros transmisi, serta pinion pada sistem transmisi. Setiap perangkat penggerak perjalanan bersifat mandiri. Apabila salah satu dari perangkat tersebut mengalami kegagalan, seluruh unit dapat dilepas untuk dilakukan pemeliharaan dan diganti dengan satu set perangkat transmisi cadangan lainnya. Perlu diperhatikan bahwa pelat gesek pada kopling pengaman berbatas gesek harus bebas dari gemuk dan kotoran lainnya selama pemasangan. Torsi transmisi terukur dari kopling pengaman berbatas gesek telah disesuaikan sebelum pengiriman, dan selisih antara torsi gesek maksimum dari keempat kopling tidak boleh melebihi 5%.
3.6. Sistem pelumasan.
: halaman berikutnya